Jumat, 07 November 2008
The Wednesday Letters
Mengapa Rabu? Hari ini dipilih oleh Jack untuk selalu menulis surat kepada istri yang sangat dicintainya, Laurel. Ini merupakan sebuah janji di hari pernikahan mereka. Jack memberikan surat cinta itu setiap Rabu sejak pernikahan mereka sampai saat terakhir sebelu mereka menutup mata, selama 39 tahun.
Jack dan Laurel sangat mencintai, memiliki dua putra (Malcolm dan Mathew) dan seorang putri (Samantha). Berbeda dengan Jack dan Laurel, tak satupun dari mereka yang memiliki hubungan sehangat Jack dan Laurel dengan pasangan mereka.
Saat ketiganya berkumpul menjelang pemakaman Jack dan Laurel, kehadiran bertumpuk-tumpuk surat cinta Jack baru disadari dan surat tersebut membuat hidup mereka berubah.
Samantha, diakui Jack mempunyai potensi di dunia peran dan yakin bahwa suatu saat nanti Samantha akan menjadi seorang yang terkenal. Tanpa sepengetahuan Samantha, Jack telah “menyogok” seseorang hanya agar Samantha mendapat kesempatan untuk tampil di atas panggung teater.
Mathew, sebagai seorang sulung di antara yang lainnya sangat dibanggakan oleh Jack dan yakin akan menjadi teladan bagi adik-adiknya.
Sedangkan Malcolm, ternyata merupakan seorang yang lahir dari rahim Laurel hasil dari perkosaan laki-laki yang saat dia dewasa sangat dekat dengan keluarganya.
Kekuatan Laurel dan Jack memaafkan membawa kedamaian dan perubahan bagi sang pemerkosa. Sedangkan bagi Malcom, memaafkan merupakan hal yang tidak mungkin. Namun dengan kekuatan cinta, Malcolm memaafkannya dan seluruh hidupnya berubah menjadi indah, seindah kisah cinta Jack dan Laurel.
Kamis, 06 November 2008
Persahabatan dalam “Son of Rambow”
Sebuah film dengan latar belakang negeri Ratu Elizabeth. Membahas tentang sebuah persahabatan yang saling melangkapi antara kekurangan dan kelebihan.
Mengapa Rambow? Salah satu tokohnya terinspirasi ingin menjadi seperti Rambow yang gagah perkasa membela kebenaran dan keadilan. Film ini menyadarkan kita bahwa kenakalan pada diri seseorang tidak berpengaruh terhadap persahabatan. Dan bahkan film ini memberikan analisis tambahan bahwa sebuah kenakalan disebabkan tidak hanya oleh kemanjaan dari orang tua, tetapi juga karena sebuah dalih dari tekanan dari luar diri yang diterima.
Persahabatan tidak bisa dibatasi dengan siapa kita bersahabat, kapan, dan dimana. Terkadang persahabatan tidak memerlukan logika untuk dimengerti. Sato point pentingnya adalah rasa nyaman yang kita rasakan saat berada dalam proses tersebut.
Bahkan “Son of Rambow” memberikan teladan bahwa agamapun seharusnya tidak memberi batasan, siapa yang kita pilih untuk menjadi sahabat. Sayangnya, jenis kepercayaan dalam film ini memandang persahabatan dengan sangat dangkal, bahwa seseorang yang nakal harus dijauhi. Siapa yang akan membuat mereka kembali baik apabila semua orang baik tidak mau berdekatan?
Film ini menjadi satu referensi bagi setiap orang yang ingin mengerti tentang bagaimana persahatan seharusnya.
Rabu, 05 November 2008
Kekerasan pada Televisi (Film Kartun)
Setiap Minggu pagi, anak-anak tidak bisa untuk berpindah dari tayangan televisi. Hampir semua stasiun TV menayangakan acara anak-anak, yaitu kartun. Beberapa diantaranya adalah Doraemon (RCTI), Crayon Sinchan (RCTI), Ninja Hatori (RCTI), Peeman (RCTI), dan Dragon Ball (Indosiar). Dan ada juga beberapa kartun yang tidak ditayangkan pada hari Minggu, yaitu Spongebob dan Tom and Jerry. Film-film tersebut selalu menceritakan bahwa ada pihak jahat dan baik, dan pihak baik pernah disakiti secara fisik oleh pihak antagonis.
Pada Doraemon, tokoh Nobita selalu mendapatkan perlakuan yang kasar dari Giant, dimana badannya jauh lebih besar daripada badan Nobita. Penyiksaan yang sering didapat adalah pukulan dan tendangan.
Sedangkan pada Crayon Sinchan, Sinchan tidak mendapatkan kekerasan dari pihak jahat, melainkan dari Ibunya sendiri. Apabila Sinchan nakal atau melanggar perintah, maka dia akan mendapat pijatan di kepalanya yang menyebabkan kepala tersebut bengkak. Karena selalu diperlakukan demikian, maka Sinchan juga berlaku yang sama kepada anjingnya yang bernama Siro, yang sering berakibat kepala Siro menjadi benjol juga.
Ninja Hatori, Peeman, dan Dragon Ball merupakan tokoh-tokoh pembela kebenaran dan keadilan dalam film kartun tersebut. Mereka sering bertarung secara fisik melawan musuh yang membuat keonaran di masyarakat.
Sedangkan Spongebob dan Tonm and Jerry merupakan dua film kartun dengan tokoh-tokoh utama adalah binatang. Spongebob merupakan tokoh binatang laut, sedangkan Tom adalah kucing dan Jerry adalah tikus. Spongebob dan teman-temannya (yang juga binatang laut) diceritakan hidup di dasar laut. Dalam keseharian, Spongebob mendapatkan perlakuan atau memperlakukan teman-temannya melebihi akal sehat, seperti dilempar, sehingga terdampar ke tempat yang sangat jauh atau dipukul dan berubah bentuk menjadi sesuatu yang aneh.
Tom dan Jerry adalah dua hewan yang hidup di sebuah keluarga. Tom merupakan hewan penjaga seperti layaknya anjing. Sebagai hewan penjaga, Tom harus menjaga kerapihan dan keamanan rumah. Untuk itu dia berusaha untuk menangkap Jerry dan melemparnya keluar. Tetapi pada kenyataannya, seringkali Jerry lebih cerdik daripada Tom, sehingga Tom mendapat perlakuan yang sadis dari Jerry. Misalnya saja, Tom mengejar Jerry, tetapi Jerry mempunyai cara untk menjebak Tom, sehingga Tom kena palu dan akhirnya menjadi tipis setipis kertas. Kejadian tersebut ditambahkan dengan efek tertawa, sehingga anak-anak yang menonton tayangan tersebut menganggap hal tersebut lucu, dan akhirnya ditirukan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak mengikuti adegan tersebut karena mereka menganggap ini adalah hal yang lucu dan tidak salah.
UU Penyiaran
UU RI No.32 Tahun 2002 tentang Penyiaran Bab II Pasal 3 berbunyi: Penyiaran diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran Indonesia.
Keputusan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 009/SKI/8/2004 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Bab I Pasal 1 ayat 7 menyebutkan bahwa penyiaran televisi adalah media komunikasi massa dengar pandang, yang menyalurkan gagasan dan informasi dalam bentuk suara dan gambar secara umum, baik terbuka maupun tertutup, berupa program yang teratur dan berkesinambungan.
Keputusan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 009/SKI/8/2004 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran Dan Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Bab IV Pasal 32 ayat 1: Program atau promo program yang mengandung muatan kekerasan secara dominan, atau mengandung adegan kekerasan dan eksplisit dan vulgar, hanya dapat disiarkan pada jam tayang anak-anak pada umumnya diperkirakan sudah tidak menonton televisi, yakni pukul 22.00-03.00 sesuai dengan waktu stasiun penyiaran yang menayangkan. Ayat 2: Lembaga penyiaran dilarang menyajikan program dan promo program yang mengandung adegan yang dianggap di luar perikemanusiaan atau sadistis. Ayat 3: Lembaga penyiaran dilarang menyajikan program yang dapat dipersepsikan sebagai mengagung-agungkan kekerasan sebagai hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari.
Dan Pasal 35 berbunyi: Dalam program anak-anak, kekerasan tidak boleh tampil secara berlebihan dan tidak boleh tercipta kesan bahwa kekerasan adalah hal lazim dilakukan dan tidak memiliki akibat serius bagi pelaku dan korbannya.
Pasal 27 “Kekerasan terhadap Binatang”: Lembaga penyiaran dilarang menyiarkan program yang mendorong atau mengajarkan tindakan kekerasan atau penyiksaan terhadap binatang.
Analisis Tayangan
Doraemon (RCTI)
Keputusan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 009/SKI/8/2004 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Bab I Pasal 1 ayat 7 menyebutkan bahwa penyiaran televisi adalah media komunikasi massa dengar pandang, yang menyalurkan gagasan dan informasi dalam bentuk suara dan gambar secara umum, baik terbuka maupun tertutup, berupa program yang teratur dan berkesinambungan. Namun sayangnya dalam beberapa program televisi (seperti beberapa film kartun di atas) tidak hanya nilai positif yang dikomunikasikan, tetapi juga nilai negatif, yaitu pesan kekerasan yang menyebabkan anak-anak mengadopsi adegan tersebut dan mempraktikkannya dalam kehidupan nyata.
Doraemon, Crayon Sinchan, Ninja Hatori, Dragon Ball, Peeman, Tom and Jerry, dan Spongebob merupakan beberapa contoh tayangan yang tidak sesuai dengan UU Penyiaran yang telah ditentukan, karena secara langsung menyajikan kekerasan dalam adegannya. Oleh karena itu, dalam hal ini tidak sesuai dengan UU RI No.32 Tahun 2002 tentang Penyiaran Bab II Pasal 3 berbunyi: Penyiaran diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran Indonesia. Karena, dalam kenyataannya adegan kekerasan pada anak-anak juga dipengaruhi oleh tayangan televisi yang dikonsumsi.
Film kartun ini juga melanggar Pasal 35. Pasal 35 berbunyi: Dalam program anak-anak, kekerasan tidak boleh tampil secara berlebihan dan tidak boleh tercipta kesan bahwa kekerasan adalah hal lazim dilakukan dan tidak memiliki akibat serius bagi pelaku dan korbannya. Doraemon, Crayon Sinchan, Ninja Hatori, Dragon Ball, Peeman, Tom and Jerry, dan Spongebob melanggar pasal 35 karena telah memperlihatkan kekerasan secara berlebihan, menciptakan kesan bahwa kekerasan adalah hal lazim dilakukan dan tidak memiliki akibat serius bagi pelaku dan korbannya.
Pasal 27 “Kekerasan terhadap Binatang”: Lembaga penyiaran dilarang menyiarkan program yang mendorong atau mengajarkan tindakan kekerasan atau penyiksaan terhadap binatang. Film kartun yang melangar pasal ini adalah Crayon Sinchan, karena Sinchan sering memperlakukan anjingnya benar-benar seperti anjing, dan ada unsure kekerasan terhadap binatang di dalamnya.
Obama sangat fenomenal!!!!
Pemilu AS kali ini mengukir banyak sejarah daripada Pemilu sebelumnya. Dari segi voter, 65% dari rakyat Amerika menggunakan hak suaranya, dimana angka ini merupakan angka tertinggi dalam sejarah. Obama merupakan Presiden AS pertama berketurunan Amerika-Afrika. Florida, yang biasanya menjadi wilayah kemenangan Partai Republik, pada Pemilu kali ini berubah menjadi wilayah kemenangan bagi Partai Demokrat. Daerah battle, Ohio dan Virginia juga menyumbangkan kemenangan untuk Partai democrat. Tidak hanya Presiden, Partai Demokrat juga telah memenangkan kursi senat dan House of Representative atau DPR.
Obama, lahir di Hawai 47 tahun yang lalu, merupakan seorang yang lincah dan aktif bergaul dengan teman-temannya. Di usianya yang kedua, ayahnya, Barrack Husein Obama telah meninggalkan Obama Jr untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Harvard. Setelah ibunya menikah dengan orang Indonesia, Obama juga diboyong ke Jakarta dan menetap selama empat tahun sejak tahun 1967. Karena menginginkan pola pendidikan Amerika untuk Obama, sang ibu mengirim nya ke Hawaii. Di tanah kelahirannya tersebut, Obama dirawat dan dibesarkan oleh nenek kakeknya, Stanley dan Madelyn Dunham.
Celebration for Obama!!
Kemenangan Obama menjadi Presiden AS menyita banyak perhatian media di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Presiden baru inilah rasanya yang paling fenomenal di antara terpilihnya presiden-presiden yang lain di seluruh penjuru dunia. Rabu siang (sekitar pukul 11.00 WIB) televisi-televisi swasta di Indonesia (Metro dan TvOne) menyiarkan secara langsung perayaan menangnya Senator Barrack Obama atas McCain di Illinouis, Chicago. Kurang lebih 250.000 pendukung Obama berkumpul dengan teratur untuk menyaksikan langung pidato kemenangan Presiden AS ke 44 itu. Warga Chicago terlihat sangat bahagia dan dipebuhi rasa haru atas terpilihnya pujaan mereka. Tidak hanya orang-orang dewasa yang antusias menunggu pidato kemenangan Obama, tetapi remaja dan pemuda yang biasanya sangat tidak acuh terhadap hal-hal semacam ini.
Indonesia ???
Keadaan begitu mengaharukan setelah terpilihnya Presiden AS yang baru. Tidak ada demo dan tidak ada tindak kekerasan yang mengikuti sebuah pesta Demokrasi, layaknya di Indonesia. Bukan tanpa kecewa pendukung McCain menerima hasil penghitungan suara. Namun sungguh bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi Indonesia. Kekalahan tersebut diterima dengan hati yang besar, dan mendoakan dan mendukung bagi yang menang. Tidak hanya pendukung yang berlapang dada, bahkan McCain pun ikut memberi selamat kepada ayah dari Malia dan Sasha ini.
Tetapi apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu, saat SBY mengalahkan Megawati? Bukan hanya pendukung Megawati yang mengamuk, tetapi sebuah tindakan yang sangat tidak patut dijadikan panutan juga dilakukan oleh puteri dari Proklamator RI Soekarno, yaitu tidak mengahadiri undangan pelantikan Presiden SBY. Apakah seorang pemimpin hanya bersiap untuk menang?
Seakan tidak mau dan tidak mampu belajar dari sejarah, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Indonesia tahun 2008 selalu diikuti oleh kekacauan. Sungguh ironis, mengingat Indonesia selalu mengusung persatuan. Siapa yang harus disalahkan atas segala kebrutalan-kebrutalan ini? Salahkah bangsa Indonesia yang adalah keturunan pelaut? Atau salahkah pahlawan-pahlawan kita melakukan perang demi merebut kemerdekaan Indonesia? Bukankah seharusnya rasa kebangsaan lebih dijadikan teladan daripada perang?
The Story of Us, wajib sebelum nikah
Permasalahan
Permasalahan dalam film ini adalah pada Ayah dan Ibu yang telah lama menghadapi pertengakaran bahkan lebih dari satu tahun. Permasalahan ini menjadi semakin rumit karena pertengkaran ini tidak diketahui sama sekali oleh anak-anak mereka. Anak-anak hanya mengetahui bahwa mereka mempunyai Ayah dan Ibu yang akur dan saling mencintai. Ayah dan Ibu hanya pura-pura akur di depan anak-anak. Jadi permasalahan pada film ini ada dua, yaitu pertengkaran dan kebohongan, dimana adanya pertengkaran menyebabkan terjadinya kebohongan.
Penyebab Masalah
Penyebab utama adanya pertengkaran antara sang Ayah dan Ibu adalah ego masing-masing. Keduanya selalu merasa benar dan menyalahkan pasangan apabila terjadi sesuatu yang salah. Karena ego ini juga mereka berdua tidak menyadari bahwa kekurangan pasangan kita bisa dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Bahkan rasa cinta mereka dikalahkan oleh ego.
Cara Penyelesaian Masalah
Setelah pisah ranjang beberapa waktu, mereka di tempat yang berbeda sama-sama berfikir bahwa mereka berdua saling membutuhkan. Dengan pisah ranjang ini mereka berfikir tentang bagaimana kelanjutan hubungan mereka. Di saat itu mereka berfikir dengan tenang, bukan dengan ego, sehingga memutuskan untuk bersatu kembali. Walaupun perjalan menuju penyelesaian masalah tidak mudah, kunci utamanya adalah mengalahkan ego masing-masing.
Ending
Film ini berakhir dengan cerita yang bahagia, dimana sang Ayah dan Ibu bersatu kembali dan menemukan kembali cinta mereka yang lama hilang. Bersatunya Ayah dan Ibu sudah bisa diduga dari awal, mengingat mereka mempunyai rasa cinta yang besar dan tidak mudah untuk berpaling ke lain. Selain itu, keinginan untuk bercerai tidak diucapkan berulang-ulang, karena mereka memang merasa sangat sulit untuk berpisah, dan mereka sudah melakukan berbagai cara untuk menyelesaikan masalah (melalui konsultasi dan liburan berdua).
Refleksi
Nilai-nilai yang bisa diambil dari film The Story of Us adalah jangan mengambil keputusan tanpa suatu pertimbangan yang matang. Film ini juga mengajarkan kita untuk jangan mudah menyerah dalam menyelesaikan suatu permasalahan, ada banyak cara yang harus kita coba semasih kita mampu, apalagi untuk seseorang yang kita cintai. Dalam menghadapi masalah, sebaiknya kita meluangkan waktu untuk merenung sendiri, untuk mendengarkan suara hati nurani kita dan menyingkirkan ego kita.
Satu nilai yang penting untuk dilakukan di saat kita sudah mempunyai anak-anak adalah jangan biarkan mereka mengetahui pertengkaran pada orangtua sebelum mereka siap dan mempunyai pemikiran yang dewasa.
