Rabu, 26 November 2008

Nanny McPhee

Sebuah film berlatar Inggris yang dirilis tahun 2005. Film ini mengisahkan tentang sebuah keluarga dengan anak-anak yang sangat nakal dan tidak bisa diatur oleh orang tuanya. Ayah mereka (single parent) akhirnya menyerah dan menyatakan memerlukan seorang nanny atau pengasuh.

Permasalahan
Kesalahan mendidik sehingga anak-anak tidak bisa diatur dan mengalami kenalakalan yang sangat melewati batas kewajaran. Kenakalan ini akhirnya membuat ayah mereka mengalami stress. Kenakalan tersebut terus berlanjut karena tidak ada didikan yang membuat mereka takut dan sadar. Ayah mereka hanya menganggap ulah anak-anak hanya sebagai kenakalan pada masa anak-anak saja. Tetapi, pada kenyataannya, kenakalan tersebut berlanjut disaat umur mereka semakin bertambah dewasa.

Cara Penyelesaian Masalah
Cara penyelesaian masalah dalam film ini adalah melalui cara magic, yaitu datangnya pengasuh Nanny McPhee. Nanny datang dengan cara yang tidak wajar, datang pad malam hari, tanpa undangan. Beberapa hari sebelumnya sang Ayah hanya melihat foto Nanny di sebuah surat kabar dan berkata bahwa dia membutuhkan Nanny untuk membantu mengasuh anak-anak. Oleh Nanny, anak-anak yang nakal ini dididik dengan caranya sendiri. Nanny tidak melawan kenakalan mereka dengan teriakan, tetapi dengan suatu didikan yang dewasa. Nanny tidak selalu memotong perkataan mereka, tetapi mendengarkan terlebih dahulu perkataan mereka, walaupun yang dikatakan anak-anak adalah ejekan dan kata-kata kasar, Nanny tetap mendengarkan. Dengan perlakuan tersebut, anak-anak merasa seperti seorang dewasa, dan lama-lama merekapun menjadi anak-anak yang benar-benar dewasa.

Ending
Akhir dari cerita ini adalah bahagia. Anak-anak tidak lagi nakal, mereka semakin sadar posisi mereka dan bisa menyayangi satu sama lain. Sedangkan sang ayah akhirnya menikah dengan pembantu yang sangat mereka sukai. Mereka membangun sebuah keluarga yang utuh kembali. Dengan segala kebahagiaan itu, tugas Nanny telah selesai dan dia pergi. Anak-anak merasa sangat kehilangan Nanny karena selama ini Nannylah yang memberi mereka nasehat dan petunjuk apa yang harus dilakukan.

Refleksi
Bagaimana orang lain memandang memandang kita, terlebih bagaimana kita memandang diri kita sendiri bisa menjadikan kita seperti apa pandangan tersebut. Seperti pada anak-anak ini, sebelum Nanny datang, mereka dididik dengan cara yang sangat childish, maka mereka tetap menjadi anak-anak yang dewasa. Tetapi oleh Nanny, mereka diperlakukan layaknya orang dewasa, maka mereka bertumbuh menjadi seorang yang dewasa. Jadi, sebaiknya kita memandang diri kita dan orang lain dengan cara yang positif.

Amerika dan India dalam “The Namesake”

Disutradarai oleh sutradara ternama India, Mira Nair, film The Namesake dibuat berdasarkan novel best seller karya Jhumpa Lahiri. The Sakename mengisahkan tentang cinta, kesetiaan, dan keluarga. Diperankan oleh Kal Penn (Harold and Kumar Go to White Castle) sebagai Gogol Ganguli, yang lahir dan besar di Amerika (New York) dari orang tua yang lahir dan besar di India. Ayah Gogol, Ashoke Ganguli sangat menggemari Nikaoli Gogol, seorang penulis Rusia. Secara tidak langsung, Nakaoli Gogol telah menyelamatkan hidupnya, dan menjadi inspirasi bagi Ashoke untuk berkelana meninggalkan India. Dari sejarah itulah nama Gogol Ganguli.
Terbiasa dengan budaya dan kebiasaan Amerika yang akan meninggalkan orang tua setelah menginjak usia 16 tahun, Gogol dan adiknya, Sonia, sangat asing dengan kebudayaan nenek moyangnya. Bersama sang kekasih, Maxime, Gogol tetap bersi keras atas pendiriannya, bahwa dia tidak harus bertanggung jawab atas orang tuanya dan melanjutkan hidupnya yang mandiri.
Saat bertugas di Cleveland, Ashoke meninggal akibat serangan jantung dengan sangat mendadak. Hal ini membawa penyesalan yang mendalam bagi Gogol. Dalam keadaan berduka, didapati dirinya sangat berbeda dengan Maxime, dan hubungan mereka berakhir. Gogol telah berubah, dan kembali mencintai kebudayaan Indianya. Tak lama setelah itu, Gogol memutuskan untuk menikah dengan gadis Belangi yang juga berada di New York, namun bukan kesetiaan yang diperolehnya. Memulai kehidupannya yang baru, Gogol merasa inilah kebebasan yang paling diinginkannya.
Film ini memperlihatkan perbedaan yang sangat tajam antara India dan Amerika. Kebudayaan India, yang sangat high context menjadi secercah warna yang ikut mewarnai alam Amerika. Film ini juga meyakinkan bahwa tidak ada yang mustahil di negeri Paman Sam itu. Berbagai tempat, berbagai suku, berbagai kepribadian, berbagai perspektif, terkandung di benua tersebut.
The Namesake kita melihat bahwa semakin maju teknologi, yang tentunya didukung oleh kemajuan dalam berpikir, membuat seseorang semakin tidak mementingkan ras dan suku dalam menentukan pasangan hidup. The Namesake juga menegaskan bahwa tidak ada satupun kebudayaan yang lebih baik dari kebudayaan lainnya. Setiap kebudayaan mempunyai kelebihan dan kekurangan, dan manusia tidak bisa lepas dari sebuah budaya.